terkini

Iklan Podcast

DPC GMNI Kendari Menduga Pelaku Pengepungan Sekretariat KASBI adalah Massa Bayaran Para Pengusaha

Lidinews
Rabu, 2/19/2020 01:14:00 PM WIB Last Updated 2023-02-11T03:56:55Z
Ket gambar : Rizal Papalia

Lidinews, Kendari (Sultra) - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kendari Sulawesi Tenggara (DPC GMNI Kendari, Sultra) melalui bidang Agitasi dan Propaganda, Rizal Papalia menilai tindakan teror dan pengepungan terhadap sekretariat Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) merupakan upaya pembungkaman kebebasan berpendapat kepada masyarakat sipil.

Peristiwa ini dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Pendukung RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, di Sekretariat KASBI, Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta timur, Senin (17/02/2020).

Rizal menduga massa yang melakukan pengepungan terhadap Sekretariat KASBI merupakan massa bayaran Pengusaha dengan tujuan untuk menyebar ketakutan kepada mereka yang kritis atas kebijakan pemerintah ini yang banyak menguntungkan Pengusaha. Menurutnya KASBI selama ini dianggapnya sebagai salah satu organisasi serikat buruh yang konsisten menolak RUU Omnibus Law yang dinilai tidak berpihak kepada buruh dan lingkungannya.

"Kami mencurigai bahwa teror dan pengepungan terhadap sekretariat KASBI adalah massa bayaran Pengusaha yang mengatasnamakan Gerakan Pendukung RUU Omnibus Law. Tindakan ini dilakukan bertujuan untuk membungkam hak demokrasi bagi mereka kritis agar RUU Omnibus Law bisa menjadi ketetapan UU yang akan menguntungkan Para Pengusaha," kata Rizal. Rabu (19/02/2020)

Rizal secara tegas menyampaikan mengecam tindakan teror dan pengepungan tersebut. Lebihnya lagi ditambahkannya bahwa pengepungan ini mirip teror yang pernah dilakukan oleh rezim Orde Baru.

“Kami mengecam tindakan teror dan pengepungan itu, ini mirip dengan cara-cara orde baru untuk membungkam kebebasan berpendapat dan menyebar ketakutan untuk membunuh nalar kritis seseorang,” ungkap Rizal.

Selain itu, Rizal mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus pengepungan terhadap Kantor sekretariat KASBI dan mengungkap para pelaku yang terlibat didalamnya dengan transparan dan seadil-adilnya untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan terhadap warga negara yang ingin meluruskan jalan pemerintah guna terciptanya keadilan sosial.

“Kasus ini harus diusut tuntas dan mengungkap siapa dalang dan para pelaku yang terlibat di dalamnya guna memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat yang ingin meluruskan jalan pemerintahan agar kembali pada rel keadilan sosial,” pungkas Rizal.

Rizal menambahkan lagi bahwa GMNI Kendari akan selalu bersama-sama dengan KASBI dan gerakan buruh lainnya, konsisten menolak kebijakan pemerintah tentang RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang dinilai lebih berpihak kepada Para Pengusaha daripada kepentingan buruh dan mengabaikan lingkungan.

“GMNI Kendari akan selalu bersama mendukung gerakan buruh yang ada di Jakarta dan dimanapun untuk menolak RUU Omnibus Law karena kebijakan ini hanya memberikan keuntungan yang besar kepada Pengusaha dan tidak memihak kepada hak-hak buruh dan lingkungannya,” Tutup Rizal.


Kontributor : Adhar

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPC GMNI Kendari Menduga Pelaku Pengepungan Sekretariat KASBI adalah Massa Bayaran Para Pengusaha

Iklan