terkini

Iklan Podcast

Hijau Hitam Yang Termarginalkan

Lidinews
Rabu, 2/12/2020 10:02:00 PM WIB Last Updated 2023-02-11T03:57:00Z
Hijau Hitam Yang Termarginalkan
Oleh : Budi Kusuma
Jurusan : Teknik Pertambangan Umk
Dengan besar hati satu hal yang kemudian harus kita terima.  yang pertama adalah dengan usia Hmi yang telah beranjak ke 73 tahun menandakan Hmi tidak muda lagi, bagi golongan manusia umur itu telah termaksud kategori usia senja. kedewasaan untuk menerima bahwa kejayaan masa masa silam itu hanyalah tinggal cerita, yang di perdengarkan pada kegiatan kegiatan bastra.

Sebab terkhusus bagi mereka mahasiswa tahun 60 an , 70 an serta mahasiswa tahun 90 an, tak asinglah di telinga mereka apabila mendengar eksistensi Hmi . dengan segala dinamika perjuanganya serta pergerakan nya yang kala itu selalu merespon kebijakan pemerintah dan turut berjuangan di garda terdepan untuk mewakili suara harapan rakyat jelata di parlemen  jalanan maupun parlemen ruangan adalah proses pengejawantahan dari pada tujuan Himpunan mahasiswa islam yang di cita citakan 15 orang pendirinya waktu itu. namun yang demikian itu telah berlalu, tertinggal sebagai masa masa kejayaan  kader militan Hmi yang tetap merawat nafas independensi. Katakanlah.

Bagi saya, tak ada yang salah apabila sejarah kejayaan itu di bisik kan ke telinga telinga mereka, namun bagaimna jika pada akhirnya sejarah sejarah itu membuat para kader terbelenggu sehingga tidak bisa  berbuat apa apa untuk menciptkan sebuah harapan demi kejayaan yang berkelanjutan bagi organisasi yang telah tua ini. Bahkan uniknya adalah seiring makin bertambahnya usia senja Hmi mengakibatkan para kader kehilangan independensinya.
bahkan sudah menjadi rahasia umum dengan adanya statemen Hmi tidak lagi ber independensi. apabila kita di perhadapkan oleh kenyataan bahwa prilaku kader terkesan pragmatis serta gelagat dari karakter  para kader yang telah terjangkit oleh virus virus  hedonisme bahkan kecenderungan organisasi yang bersifat sebagai pendorong kekuasaan. virus yang telah kronis itu menggerogoti sekujur tubuh kader dan organisasi, membias terhadap ke tidak hadiran kader kader HMI di tengah tengah rakyat.

Mungkin, Himpunan itu telah sibuk berteman dengan partai politik, sebagaimna independensi nya yang hanyalah tinggal identitas belaka ,  absennya para kader untuk kemudian turun memperjuangkan keluh kesah rakyat membangkitkan sebuah opini baru, “tidak lebih baik ka organisasi itu di bubarkan saja “ mengapa ?.

Kira kira begini, yang pertama  lagi lagi perlu untuk kita sadari bahwa hijau hitam telah ber usia lanjut, berdasarkan waktunya ada 3 kemungkinan besar yang akan terjadi : Hmi  akan bubar dan Hmi tetap hidup serta Hmi tetap hidup namun se akan akan mati. Jika saya mempunyai sebuah benda kesayangan dan tak bisa lagi di paksa untuk ber operasi maka untuk tetap menjaga rasa sayang kepada benda ersebut  haruslah benda itu saya antik kan dalam kategori barang pribadi, dan dalam hal kategori yang lain apabila saya mempunyai sebuah benda kemudian tak bisa ber operasi maka saya akan berusaha memperbaikinya.

Namun bagaimana pun yang demikian itu adalah benar jika Hijau hitam tak bisa lagi kau jayakan maka untuk mengaplikasikan rasa sayang mu kepada hijau hitam maka antik kanlah, karna pada dasarnya eksistensi hijau hitam telah di rawat oleh lembaran lembaran masa lalu sebagai bagian dari kepingan kepingan sejarah yang telah terabadikan dan di tuang dalam sebuah karya jika kau rindu maka bacalah karya itu untuk sekedar merefleksi rasa rindu mu.

Organisasi ini tidak didirikan untuk mendorong kekuasaan para penguasa ataupun siku menyiku merebut tahta di skala internal komisariat, cabang, maupun PB. namun organisasi di dirikan untuk bersepakat terhadap kaum yang di pinggirkn pemerintah, namun jika organisasi ini ingin kau sembuhkan dari penyakit kronis yang telah menimpanya maka tetaplah rawat independensinya. independensi janganlah di artikan sebagai tindakan untuk mengurung diri dan tidakan untuk mencapai tujuan secara personal akan tetapi independensi HMI adalah menolak segala bentuk kompromi kecuali berkompromi terhadap kebenaran.

kali ini Hmi dengan kongresnya janganlah di cederai untuk saling merebut kekuasaan, akan tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah mencari solusi terhadap moderenitas yang sedang merusak independensi hijau hitam. Percayalah moderenitas yang hadir menuntut semuanya untuk berubah.

Sebagaimana kita di perhadapkan oleh kenyataan bahwa Hmi yang sedang terpuruk itu menuntut semua kader untuk mengambil sebuah keputusan. Entah memilihnya untuk di antik kan atauka berusaha memperbaikinya. karna pada dasarnya Hmi adalah  benda mati  yang di isi oleh benda benda hidup. 




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hijau Hitam Yang Termarginalkan

Iklan