terkini

Iklan Podcast

Menyoal Pendidikan Berbasis Smartphone: Antara Pro dan Kontra

Lidinews
Sabtu, 2/01/2020 08:12:00 AM WIB Last Updated 2023-02-11T03:57:14Z


LidiNews.Com, Sumenep-Polemik terkait pendidikan berbasis Smartphone semakin keras terdengar. Konsep ajar bernama E-Learning ini berkelindan diantara argumentasi yang pro dan kontra. Tak urung, problem pun menjadi perdebatan sengit di lapisan bawah hingga pusat. 

Tidak dimungkiri, dengan hadirnya Bapak Nadiem Makariem sebagai Menteri Pendidikan yang notabene adalah pelahir aplikasi Gojek tidak akan meninggalkan pendidikan berbasis software. Bahkan sudah ada sinyal ke arah sana yang ditanggapi berbagai opini hangat dari pemangku kebijakan di bawahnya. 

Tak hanya itu, di berbagai daerah sudah dicoba kurikulum ajar berbasis ponsel pintar. Namun tidak sedikit pula pengelola lembaga yang “mengharamkan” penggunaan gadget di sekolah. Dua diskursus ini yang sepertinya akan mewarnai dinamika pendidikan di Indonesia ke depan. 

Pro dan Kontra Terkait Pendidikan Berbasis Ponsel Pintar

Masyarakat yang pro pendidikan berbasis smartphone lebih mengarah pada sistem pendidikan global yang tidak bisa dijauhkan dari teknologi. Bahkan jika pendidikan masih menggunakan perangkat tradisional output (siswa) akan terlindas roda jaman yang perangkatnya sudah semakin canggih. 

Sedangkan yang kontra masih berkutat dengan efek negatif kecanggihan teknologi yang berhasil mengumbar informasi secara bebas tanpa batas. Sehingga ditakutkan tidak ada filter yang menjamin budaya negatif dari luar tidak masuk ke dalam otak anak.

Silang pendapat ini tidak akan pernah selesai karena terkungkung dalam paradigma yang tidak satu jalan. Padahal yang namanya instrumen teknologi sejak jaman dulu hingga sekarang pasti mengusung dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif. 

Namun, keduanya tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan atau mengambil teknologi melainkan dengan memasukkan unsur adab dan spiritual dalam penerapannya sebagai langkah antisipasi. 

Entahlah apakan konsep pendidikan moral dan agama bisa menjadi narahubung antara yang pro dan kontra terkait hal ini? Atau justru keduanya dipaksakan untuk terus beredar. 

Sehingga lembaga A bangga dengan pendidikan berbasis teknologi yang melahirkan output canggih tetapi tidak bermoral. Ataukah lembaga B yang gembira karena memiliki output berbudi tetapi termarginalkan akibat kebutaannya terhadap teknologi. 

Sebuah potret polemik pendidikan yang layak dinanti kelanjutannya!


Kontributor : Ags

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menyoal Pendidikan Berbasis Smartphone: Antara Pro dan Kontra

Iklan