terkini

Iklan Podcast

Mesur – Mesuri

Lidinews
Minggu, 2/16/2020 11:04:00 AM WIB Last Updated 2023-02-11T03:56:57Z

LIDINEWS,COM - Saya bukanlah seniman, sejarahwan ataupun budayawan, tetapi saya hanyalah salah satu dari masyarakat bangsa karo yang mencintai budaya karo, melalui tulisan ini saya ingin lebih memperkenalkan suku karo kepada khalayak umum dan juga sebagai sarana bagi saya untuk lebih memahami budaya dari suku saya sendiri.karena dengan membuat tulisan ini saya harus membaca banyak artikel & buku mengenai suku karo.

Seluruh tulisan mengenai budaya karo yang saya tulis dibawah ini, saya rangkum dari berbagai sumber. Rangkuman tersebut tentunya saya buat sesuai dengan pemahaman saya tentang karo, kalau ada kekurangan mohon maaf dan mohon koreksinya.


 Mesur – mesuri merupakan salah satu acara adat yang penting bagi suku karo, acara ini di tujukan untuk seorang ibu yang sedang mengandung anak pertama sedangkan untuk anak kedua dan yang seterusnya disebut dengan maba manuk mbur atau mecah - mecah tinaruh, mesu – mesuri bisa dikatakan merupakan acara tujuh bulanan suku karo.

Tujuan dari acara ini sebenarnya adalah untuk memberikan semangat kepada sang ibu pada saat melahirkan nanti dan juga agar saat proses persalinan nantinya semua akan berjalan lancar, sehingga anak akan lahir dalam keadan sehat/selamat begitu juga dengan ibunya berada dalam kondisi sehat.

Acara mesur – mesuri yang kalau diterjemahkan secara harfiah kedalam bahasa Indonesia berarti kenyang - kenyangan ini dimulai dengan kedatangan dari pihak keluarga ibu dari istri yang menjalani acara mesur-mesuri atau dalam adat Karo disebut “Singalo Bere-bere” dan “Singalo Perkempun” kerumah keluarga tersebut dengan membawa perlengkapan jamuan makan. Lalu selanjutnya akan dilakukan acara member makan kepada sang ibu yang sedang hamil dengan cara menyiapkan ayam (Manuk) sangkep yang ditaruh diatas pinggan pasu beralaskan uis arinteneng dan belo cawer.

Ayam sangkep ditata secara lengkap (utuh) dan ditambahkan dengan sebutir telur ayam. Selanjutnya wanita yang hamil tujuh bulan tersebut beserta suaminya di dudukan diatas amak cur (tikar) lalu diberi makan dengan lauk ayam sangkep serta telur tersebut. Baru setelah mereka makan, maka keluarga (sangkep enggeluh) yang hadir makan secara bersama-sama.

Setelah makan bersama selesai selanjutnya akan ditanyakan kepada ibu yang hamil apakah ada keinginan – keinginan dari sang ibu yang belum terpenuhi dan apabila ada maka permintaan tersebut akan dipenuhi / dikabulkan acara tersebut juga akan dilengkapi dengan pemberian nasehat – nasehat dari pihak keluarga kepada sang ibu dan suaminya.

Setelah acara selesai dan sebelum keluarga pulang ke rumah masing-masing, khusus untuk keluarga dari pihak calon ibu bayi tersebut atau disebut dengan Singalo Bebere dan Singalo Perkempun diberikan beras secukupnya dan uang sebagai pengganti pembelian ayam yang dimasukkan kedalam Sumpit (kantong beras dari anyaman pandan). (RGT)
Mesur – Mesuri

Saya bukanlah seniman, sejarahwan ataupun budayawan, tetapi saya hanyalah salah satu dari masyarakat bangsa karo yang mencintai budaya karo, melalui tulisan ini saya ingin lebih memperkenalkan suku karo kepada khalayak umum dan juga sebagai sarana bagi saya untuk lebih memahami budaya dari suku saya sendiri.karena dengan membuat tulisan ini saya harus membaca banyak artikel & buku mengenai suku karo.

Seluruh tulisan mengenai budaya karo yang saya tulis dibawah ini, saya rangkum dari berbagai sumber. Rangkuman tersebut tentunya saya buat sesuai dengan pemahaman saya tentang karo, kalau ada kekurangan mohon maaf dan mohon koreksinya.

Mesur – mesuri merupakan salah satu acara adat yang penting bagi suku karo, acara ini di tujukan untuk seorang ibu yang sedang mengandung anak pertama sedangkan untuk anak kedua dan yang seterusnya disebut dengan maba manuk mbur atau mecah - mecah tinaruh, mesu – mesuri bisa dikatakan merupakan acara tujuh bulanan suku karo.

Tujuan dari acara ini sebenarnya adalah untuk memberikan semangat kepada sang ibu pada saat melahirkan nanti dan juga agar saat proses persalinan nantinya semua akan berjalan lancar, sehingga anak akan lahir dalam keadan sehat/selamat begitu juga dengan ibunya berada dalam kondisi sehat.

Acara mesur – mesuri yang kalau diterjemahkan secara harfiah kedalam bahasa Indonesia berarti kenyang - kenyangan ini dimulai dengan kedatangan dari pihak keluarga ibu dari istri yang menjalani acara mesur-mesuri atau dalam adat Karo disebut “Singalo Bere-bere” dan “Singalo Perkempun” kerumah keluarga tersebut dengan membawa perlengkapan jamuan makan. Lalu selanjutnya akan dilakukan acara member makan kepada sang ibu yang sedang hamil dengan cara menyiapkan ayam (Manuk) sangkep yang ditaruh diatas pinggan pasu beralaskan uis arinteneng dan belo cawer. Ayam sangkep ditata secara lengkap (utuh) dan ditambahkan dengan sebutir telur ayam. Selanjutnya wanita yang hamil tujuh bulan tersebut beserta suaminya di dudukan diatas amak cur (tikar) lalu diberi makan dengan lauk ayam sangkep serta telur tersebut. Baru setelah mereka makan, maka keluarga (sangkep enggeluh) yang hadir makan secara bersama-sama.

Setelah makan bersama selesai selanjutnya akan ditanyakan kepada ibu yang hamil apakah ada keinginan – keinginan dari sang ibu yang belum terpenuhi dan apabila ada maka permintaan tersebut akan dipenuhi / dikabulkan acara tersebut juga akan dilengkapi dengan pemberian nasehat – nasehat dari pihak keluarga kepada sang ibu dan suaminya.

Setelah acara selesai dan sebelum keluarga pulang ke rumah masing-masing, khusus untuk keluarga dari pihak calon ibu bayi tersebut atau disebut dengan Singalo Bebere dan Singalo Perkempun diberikan beras secukupnya dan uang sebagai pengganti pembelian ayam yang dimasukkan kedalam Sumpit (kantong beras dari anyaman pandan). (RGT)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mesur – Mesuri

Iklan