terkini

Iklan Podcast

Film Layar Lebar Gadis Desa Dengan Pemuda Belanda. Tujuannya Adalah Gunung

Lidinews
Jumat, 10/06/2023 11:08:00 AM WIB Last Updated 2023-10-10T20:30:28Z
Gambar : Film Layar Lebar Gadis Desa Dengan Pemuda Belanda. Tujuannya Adalah Gunung. Lidinews.id


Film ini mengisahkan tentang perjuangan Jilena, gadis karo diaspor pulang ke kampung untuk memajukan geokultur wisata di tanah Karo  yang kemudian berkelindan dengan tumbuh kembang cintanya.


Lidinews.id - Rintisan usahanya ternyata tak semulus yang dibayangkan. Selain niat dan tekad kuat, Jilena harus memiliki kemampuan mengelola semua  potensi di Tanah Karo menjadi  ekosistem wisata yang kuat dan dapat berkembang dalam situasi apapun.


Mengemas sebuah usaha yang dapat mengikuti zaman, juga menghidupkan budaya dan adat tradisi yang mengikat Masyarakat Karo.


Ruang domestik dan ruang publik yang mempengaruhi pergerakan Jilena membangun tanah leluhurnya menimbulkan berbagai macam dilema dan dinamika sosial.


Keluarganya yang beberapa kali mengalami kerugian karena harga wortel anjlok walaupun hasil panen melimpah sampai kehendak sang Nande yang mengharuskan Jilena menikah dengan impalnya. Sementara keluarga impalnya semakin sukses karena setiap panen kentang selalu berhasil, dan harga kentang terus meningkat.


Sebagai Perempuan Karo diaspor membuat Jilena jadi sosok yang mandiri dan terbuka. Jilena tidak setuju dengan sistem “kawin impal” yang selama ini berkembang di tanah Karo juga dia tidak mau perempuan diposisikan sebagai mahluk kelas nomor dua.


Itulah yang membuatnya tetap kukuh untuk membangun pariwisata di kampungnya walau usianya sudah di atas 30 tahun.


Karakternya ini bertolak belakang dengan sikap dan pandangan Nande yang masih konservatif; memandang apa yang dilakukan Jilena untuk membangun Tongging Travel & Tourism menyalahi kodrat sebagai Perempuan Karo. Ia masih memegang pendapat seorang Perempuan Karo hidup dan matinya di ladang. Titik!


Sosok yang menginspirasi Jilena dalam membangun usaha pariwisata di tanah Karo adalah Bi Sungam, selama ini dia banyak belajar bisnis di Andaliman Space yang dibangun Bi Sungam.


Bi Sungam adalah sahabat Nande yang memilih tidak menikah sampai tua karena cita-citanya mengembangkan usaha produk hasil bumi tanah Karo hingga ke penjuru dunia. Selain itu, usaha yang dirintis Jilena ini juga menuai pro kontra sahabat-sahabatnya hingga menyebabkan terjadinya dua kubu di antara sahabatnya sendiri.


Di Tengah dinamika semakin keras yang dialami Jilena, Bi Sungam menghembuskan angin segar dengan memberikan modal dan klien pertama pada Jilena. Seperti halnya pepatah; di mana ada peluang, di situ ada tantangan. Begitu yang dialami Jilena.


Klien pertama dan modal yang dikucurkan Bi Sungam juga membawa berbagai macam persoalan. Max, klien pertama Tongging Travel & Tourism, seorang jurnalis asal Belanda membawa persoalan Jilena makin kompleks.


Jilena sebagai guide tentunya wajib membawa Max berjalan ke setiap destinasi wisata yang ada di tanah Karo agar kiranya memberikan kesan indah.


Seperti halnya ungkapan orang jawa “witing tresno jalaran soko kulino (cinta tumbuh dari seringnya bersama)” begitu pula yang dialami Jilena dan Max. Kebersamaan mereka meresahkan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Jilena membawa Max menjelajahi destinasi wisata yang ada di Taman Gunung Api Karo.


Ada enam gunung api yang kini dijadikan sandaran hidup dan tempat tumbuh kembang Masyarakat Karo bersama kebudayaannya; yaitu Gunung Pintau, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Gunung Barus, Gunung Sibuaten, Gunung Sipiso-piso yang juga beririsan dengan Kaldera Toba.


Potensi-potensi yang ada di enam gunung api ini membuat Max tercengang dan semakin  takjub dengan keistimewaan tanah Karo hingga mendorongnya ingin menjadi Karo.


Tercengang karena setiap jengkal tanah Karo memiliki kisah yang dapat mengayun-ayunnya ke berbagai dimensi waktu. Takjub karena setiap tanah, bahkan segenggam pun dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


Jangankan tanah, angin yang berhembus pun menjadi magnet untuk menarik wisatawan berkunjung. Maka  tak ada alasan secuilpun yang membenarkan Masyarakat Karo miskin!


Pada kenyataannya semakin banyak tanah milik orang Karo berpindah tangan ke para investor yang dengan sekejap mengubah wajah Karo yang asri.


Ini krisis sosial yang mengkhawatirkan, akibatnya banyak keluarga yang meninggalkan ladang dan bermigrasi ke sektor-sektor lain yang mereka tidak pahami. Situasi ini juga menambah tekad Jilena untuk meneruskan perjuangannya.


Ia meyakini bahwa dengan berdirinya usaha yang dapat mengelola potensi pertanian, potensi budaya, potensi Sejarah, potensi adat istiadat yang ada dalam ekosistem gunung api Karo dapat mengikis persoalan sosial yang terjadi.


Usaha yang dirintis Jilena mulai merangkak naik dengan kehadiran Max yang menimbulkan pro kontra dan opini-opini di Tengah Masyarakat Karo yang sangat terikat dengan tradisinya. Pandangan negatif terhadap kebersamaan Jilena dan Max sudah seperti Perik Sidua-dua membuat huru hara di keluarganya. Dorongan Nande untuk segera menikahkan Jilena dengan Impalnya, si Liston tak terbendung.


Namun semakin keras Nande semakin kuat pula Jilena mempertahankan prinsip-prinsipnya.

Di saat-saat genting ini pula Covid datang. Usaha yang dirintis Jilena macet, Max harus Kembali ke Belanda, sahabat-sahabat Jilena meninggalkannya. Semua rencana dan Upaya yang dilakukannya bagai terhempas begitu saja terkena tsunami covid.


Kesepian yang bagai tanpa udara, tersekat dan sesak. Dan, Max pun hadir menemani kesepian Jilena. Walau jauh, ia selalu rindu dengan Max. begitu pula Jilena, hatinya bagai melintasi jalanan pegunungan Karo Volkano Park; kadang menanjak, menurun, meliuk-liuk dan bergelombang.


Sebuah situasi rasa yang seru dan mendebarkan, namun beresiko besar. Begitulah ketika sepasang Perik dipisahkan situasi, mereka akan mencari celah untuk Kembali bersama. Max kemudian menyarankan Jilena untuk mengembangkan Persada Marketplace; sebuah situs online yang menawarkan berbagai hasil bumi, kekayaan budaya, dan destinasi-destinasi wisata di tanah Karo.


Menyadari hubungan  Jilena dan Max tak dapat dipisahkan lagi, menyadarkan Nande bahwa perjodohan yang dirancangnya untuk menikahkan Jilena dengan impalnya adalah mustahil, ditambah dorongan kedua sahabat Nande; Bi Sungam dan Bi Riahna untuk membebaskan Jilena menentukan masa depannya.


Akhirnya Nande menyerahkan semua keputusan kepada Jilena. Max dan Jilena semakin dekat dan tak terpisahkan walau tubuh mereka menjauh beberapa ratus ribu kilometer.


Kegegeran di Masyarakat Karo terjadi Kembali ketika Jilena mengembangkan wacana akan melakukan tradisi ngembah belo selambar secara online. Sebuah gagasan yang tak lazim. Namun karena kerasnya prinsip Jilena, peristiwa ngembah belo selambar secara online pun terjadi juga.


Setelah mengalami berbagai macam hantaman dalam membangun bisnis dan jalinan kasih; dihantam ombak, jalanan berliku, terjal dengan ancaman Lembah dan jurang yang dalam pada akhirnya Jilena dan Max mencapai puncak juga. Setelah covid berakhir, mereka menikah dengan Upacara pernikahan yang kental nuansa tradisi Karonya. Begitu pula rintisan usaha yang dibangun Jilena; berkembang cepat.



Untuk selengkapnya kawan - kawan boleh kunjungi akun Instagram @gegehpersada_film dan @teaterrumahmata




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Film Layar Lebar Gadis Desa Dengan Pemuda Belanda. Tujuannya Adalah Gunung

Iklan