terkini

Iklan Podcast

Peran Mahasiswa dan Pemuda Hakekatnya Merujuk Pada Kesejahteraan Sosial

Lidinews
Sabtu, 1/13/2024 11:29:00 PM WIB Last Updated 2024-01-13T16:29:28Z


Kesejahteraan masyarakat di bidang sosial pada dasarnya merupakan keadaan sosial yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup yang bersifat jasmani, rohani dan sosial sesuai dengan hakekat dan martabat manusia untuk dapat mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi.


Menurut Undang-undang No 11 Tahun 2009, tentang Kesejahteraan Masyarakat, kesejahteraan masyarakat adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.


Fundamental pada saat ini, kebanyakan berorientasi bahwa kesejahteraan itu sebagai kegiatan pemberian bantuan berupa materi seperti barang kepada kaum proletar maupun buruh atau kaum marhaen.

Dimana seyogianya esensi daripada pembangunan kesejahteraan sosial itu merujuk pada pemberdayaan masyarakat dimana kaum marhaen dapat menikmati hasil berpeluhnya, namun dengan saluran bantuan hidup dari otoritas kekuasaan yang menimbulkan rasa malas untuk bekerja dan berusaha, dimana masyarakat telah dimanjakan dengan dalih cinta masyarakat tersebut sehingga kurangnya akses untuk menuju pintu pekerjaan bagi muda/i dan bisa disebut dengan pembodohan sosial maupun melakukan tindakan eksploitasi, dimana seharunya lowongan pekerjaan diperluas untuk menggiatkan pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan/posisi/karier dan meningkatkan komposisi akses menuju pendidikan yang berkualitas.


Sebagai mahasiswa maupun Pemuda seringkali memiliki pandangan yang lebih segar dan terbuka terhadap ide-ide baru, serta berani dalam mengambil risiko dan sukar jika dimandang dari kaca mata pemuda segala sesuatu yang dapat merugikan. Hal Ini membuat mereka mampu menghadapi tantangan yang ada di masyarakat dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan maupun berkesinambungan.


Jika menggunakan pisau analisis pemuda, pembangunan tidak akan berjalan lancar jika etos kerja rendah, sehingga pemuda berkewajiban ikut serta dalam derap pembangunan. Selain bertugas sebagai pilar, penggerak, dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan, pemuda memiliki tiga peran sentral dalam memajukan pembangunan bangsa. Ketiga peran itu adalah sebagai agen perubahan, sebagai kekuatan moral, dan sebagai kontrol sosial.


Sebagai agen perubahan, pemuda juga mesti bersatu dalam kepentingan yang sama untuk suatu inovasi, karena tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung kekuatan generasi muda sepanjang moral, dinamis, ambisi dan militansi tidak luntur dan tidak ada keterbatasan bagi seorang pemuda untuk bergerak dalam mewujudkan suatu inovasi demi terwujudnya suatu kesejahteraan.


Sebagai kekuatan moral, hal itu dapat direalisasikan dengan mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme yang dapat memacu semangat pemuda untuk mengatur agenda perubahan. Selain itu, menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus memikirkan jati diri daerah serta menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak.


Dalam peran sebagai kontrol sosial, pemuda dapat membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban, sebagai warga Negara. Selain itu, pemuda juga dapat membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan proses penegakan hukum dengan berbekal daya kritis dan sikap intelektual pemuda terlebih pada perkembangan jaman saat ini dimana pemuda harus berperan aktif karena pusat daripada kemajuan bangsa ialah pemuda/i itu sendiri.


Oleh karena itu, kaum marhaen maupun proletar sangat mengharapkan dimana peran pemuda itu dapat diterapkan oleh pemuda itu sendiri dengan bersosialisasi hingga mengaplikasikan sikap kritis akan apa yang dialami oleh masyarakat akan tingkah kaum kapitalis yang dimana selalu bermanuver terhadap masyarakat dan melakukan politik praktis untuk kepentingan individu maupun kelompok namun bukan untuk mencapai kesejahteraan sosial. Pemuda harus senantiasa dibimbing dan dibina untuk aktif memerankan fungsinya yaitu sebagai penggerak pembangunan dan sekaligus motor pembaharu dalam kehidupan masyarakat sehingga akan tercipta tatanan yang dibangun dengan pendekatan kemandirian dan ditopang sepenuhnya oleh pemuda.


Yang menjadi persoalan apakah pemuda saat ini terpanggil dalam menyikapi persoalan pembangunan saat ini, dan bagaimana pula dengan organisasi kepemudaan yang ada. Peranan organisasi pemuda dalam membangun sangat terbuka luas, karena posisinya yang sangat strategis, karena secara biologis dan sebagai mahluk sosial, usia muda adalah merupakan puncak dari pada kreativitas dan dinamika dalam kehidupan seorang manusia.


Penulis : Sioraja Purba 2024

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peran Mahasiswa dan Pemuda Hakekatnya Merujuk Pada Kesejahteraan Sosial

Iklan