terkini

Iklan Podcast

Pandangan Alkitab Tentang Okultisme

Lidinews
Minggu, 2/09/2020 07:41:00 AM WIB Last Updated 2023-02-11T03:57:05Z

Pandangan Alkitab Tentang Okultisme
Oleh : Ev Surya Nata Purba

Doc. Pribadi.
Ev Surya Nata Purba, Pembina Kerohanian Universitas Quality dan Universitas Quality Berastagi

LidiNews.com,  MEDAN - Dunia di mana kita berpijak adalah ajang peperangan antara kuasa kegelapan dan kuasa Tuhan. Sedangkan manusia adalah makhluk yang mempunyai kehendak, mau atau tidak mau harus memilih di antara dua hal tersebut.

Manusia tidak akan menjadi makhluk netralisme yang mempunyai kuasa tersendiri. Sekali lagi, tidak mungkin, sebab manusia hidup dan kehidupannya ada dalam kuasa tersebut. Dalam Matius 12:43-45 dan Wahyu 3:20, dua bagian ayat ini menjelaskan bahwa dalam diri manusia, kalau tidak ada Tuhan, pasti kehendak setan yang berkuasa.dalam hal ini kita akan melihat kuasa okultisme menurut pandangan Alkitab.

Apakah Okultisme?
Okultisme berasal dari kata "occultus" (Lat) yang artinya tersembunyi, rahasia, gaib, misterius, gelap, atau kegelapan. Dengan demikian, okultisme dapat diartikan sebagai paham yang menganut dan mempraktikkan kuasa dan kekuatan dari dunia kegelapan atau dunia roh-roh jahat.

Okultisme secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu tipe lunak (takhayul, ramalan seperti astrologi, palmistri, spiritisme, astromantik, ) dan tipe keras (sihir putih dan sihir hitam dalam berbagai bentuk, seperti pelet, gendam, tenung, santet, satanisme, dan tenaga dalam). Melalui okultisme, kemampuan adikodrati dapat dilakukan manusia yang mengandalkan kuasa iblis.


Mengapa Orang Masih Percaya Okultisme :
Hal ini di sebabkan Oleh Karena pertolongan melalui okultisme sering sekali mendatangkan kesembuhan dan sukses dalam hidup seseorang. Perlu kita ketahui bahwa iblis dapat membuat kaya seseorang (Kisah Para Rasul 16:16), juga dapat menyembuhkan dan melakukan mukjizat (Keluaran 7:10-13). Kita perlu sadar bahwa rekening setan bukanlah rekening gratis, tetapi harus dibayar dengan jiwa kita sendiri karena "pertolongan setan" pada hakikatnya adalah celaka.

Kesembuhan gelap menolong tubuh, tetapi nanti jiwa menderita. Tuhan mau memberkati kita, tetapi bukan dengan cara-cara okultisme, melainkan dengan cara-Nya yang penuh kasih.

Di kalangan agama-agama dunia dikenal suatu usaha tradisional untuk mencari “jalan lurus” dengan penguasaan kekuatan alam semesta melalui okultisme/perdukunan (kebatinan dan mistik) seperti Yoga, Tai Chi, nujum/ramalan, rajah tangan (palmistry), perbintangan (astrologi/horoscope), dan seterusnya.

Di kalangan modern dikenal usaha serupa dalam kemasan berbeda seperti Mind Power, Human Potential Development, New Consciousness Movement, Creative Imagination, Self Motivation, Transformation Movement, dan ratusan bentuk lainnya.

Jalan pembenaran melalui kekuatan-kekuatan magis dan okultisme agama-agama dunia ini secara nyata telah mengalami kebangkitan globalnya, baik okultisme secara tradisional konvensional maupun dalam bentuk neo-spiritualisme.

Disini kita melihat bahwa okultisme bukanlah kepercayaan kuno yang sudah berlalu, tetapi merupakan suatu system religi yang selalu ada dan berkembang di setiap tahapan budaya manusia. Okultisme telah menjadi “kebutuhan pokok” spiritual manusia dunia saat ini.

Kekuatan-kekuatan magis melalui berbagai praktek okultisme dapat ditemui di bagian manapun di dunia ini. Baik dalam masyarakat yang memang kental dengan tradisi budaya okultisme maupun masyarakat sekular modern.

Ramalan nasib, rajah tangan, dan perbintangan bahkan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat dunia.

Spiritisme jenis ini telah diterima semua orang, menjadi budaya universal yang bahkan sudah menjadi konsumsi anak-anak diseluruh dunia.

Pada masa sekarang ini praktek-praktek spiritisme seperti astrologi, sihir, nujum/ramalan, bahkan pengobatan alternative oleh paranormal telah menjadi suatu usaha bisnis yang besar.

Di China dan India misalnya, juga di Afrika dan belahan dunia lainnya, terutama di wilayah Negara-negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa (Afrika Tengah – Amerika Tengah – dan Indonesia) merupakan basis spiritisme terbesar di dunia dimana okultisme dan klenik telah menjadi bagian dari tradisi budaya manusia yang sangat akrab dalam hidup keseharian.

SISTEM YANG DICIPTAKAN IBLIS
` Lucifer adalah makhluk yang paling cerdas di alam semesta dalam hal dusta (ia adalah bapak pendusta). Ada dua sebabnya, pertama pemberontakan yang dilakukannya dengan menipu sepertiga malaikat disorga, dan kedua, ia telah belajar banyak karena telah hidup begitu lamanya.

Sesungguhnya ia menggunakan kecerdasannya untuk mencapai tujuan jahatnya. Dan kecerdasan yang super ini menjadikan ia musuh yang sangat tangguh bagi gereja Tuhan di bumi. Disamping itu, kerajaan Iblis juga memiliki pemerintahan yang sangat efisien. Sasarannya telah dipikirkannya baik-baik. Ia juga mengatur jaringan hirarkhi roh-roh jahatnya lebih baik daripada managemen perusahaan manapun di dunia.

Ia sangat tahu kapan harus bersikap fleksibel untuk menyesuaikan strateginya di dalam keadaan yang berubah-ubah. Bahkan pengetahuan Iblis tentang kekristenan membuat dia memenuhi syarat untuk di tahbiskan sebagai pendeta di banyak gereja.

Yesus Kristus telah memberi peringatan tentang datangnya banyak mesias palsu, nabi-nabi palsu, guru-guru palsu, dan gembala-gembala palsu di ujung akhir zaman ini.

Iblis akan berada dibelakang mereka sebagai pendukung utama, dan melalui mereka ia akan berusaha untuk menawarkan teologinya sendiri dengan memasukkan ajaran spiritisme, sihir dan segala bentuk penyembahan berhala (okultisme) dalam kemasan menarik.

Para pelaku okultisme ini memiliki kekuatan magis melalui hubungan mereka dengan roh-roh kegelapan dari dunia orang mati. Mereka percaya bahwa roh-roh orang mati selalu berada di dekat manusia hidup, mereka dipercaya dapat menghibur, memberi petunjuk, menolong, dan dapat juga diminta untuk membalas dendam, menghantui, mengancam, dan mengganggu.

Pada dukun-dukun tertentu diberikan spesialisasi misalnya kemampuan untuk meramal, menyembuhkan penyakit, mendatangkan kekayaan atau kekuasaan, memberi jodoh, dan seterusnya. Secara tradisional kekuatan spiritual mereka biasanya di dapat dari wangsit melalui proses bertapa, berpuasa, pembacaan mantera atau jampi-jampi yang menyertakan korban, sesajen, ataupun jimat-jimat.

Ritual-ritual tertentu dilakukan seperti tari-tarian, tabuhan bunyi-bunyian, dan sebagainya. Seorang dukun atau paranormal biasanya dikultuskan sebagai seorang guru ataupun lainnya oleh kelompok pendukung/pengikut yang fanatik.

Secara modern pengalaman spiritual dalam prinsip-prinsip okult yang sama dilakukan, hanya mengubah kemasan dan penampilannya. Dari ritual di hutan atau di gunung kepada ritual di hotel bintang lima, dari musik-musik tradisi kepada musik tekno-punk, dari kumpulan orang berjubah hitam kepada kumpulan orang berdasi bermobil mewah, dari penampilan seram seorang dukun kepada ahli sulap professional, juga ahli kebatinan yang buka counter di mall-mall, dan paranormal peramal.

Dalam memanfaatkan kekuatan magis melalui praktek okultisme, seseorang biasanya diikat oleh beberapa ketentuan atau persyaratan tertentu yang dapat berakibat celaka bila dilanggar. Pantangan dan tabu akan mengikat manusia tersebut selama hidupnya, ia berada dibawah kontrol Iblis. Bahkan keterlibatan dalam praktek-praktek okultisme itu akan memenjara kehidupan kita kedalam apa yang disebut sebagai “kuasa kerajaan kegelapan”.

Okultisme  membawa manusia masuk kedalam ikatan penyembahan berhala. Dan segala keterlibatan manusia kepada berhala menjauhkan manusia itu dari Tuhan.
   
Faktanya, banyak orang Kristen yang kehidupannya dipenuhi oleh berhala, sadar atau tidak. Tradisi orang-orang tua merupakan salah satu penyebabnya. Kebiasaan ala dunia juga memberi pengaruh besar. Kesukaan membaca ramalan bintang misalnya, dapat menjadi awal dari keterikatan seseorang terhadap berhala.

Kebiasaan untuk mempertanyakan sesuatu masalah kepada paranormal, Feng Shui, minta kesembuhan, membaca nasib, melancarkan rezeki, naik pangkat dan jabatan, secara langsung mengikat diri kepada kerajaan Iblis. Perlunya kita memutuskan semua jenis okultisme yang pernah dilakukan keturunan-keturunan diatas kita.

Firman Tuhan mengatakan: “Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya” (Imamat 20:6).
Semakin kita mengerti dimensi roh semakin kita berhati-hati untuk melakukan sesuatu yang bisa berakibat secara spiritual, Karena itu Tekunlah berdoa dan bacalah firman Tuhan sebagai Panduan kita menjalani hidup ini.Tuhan Yesus Memberkati.

Jika anda ingin sharing dan butuh dukungan doa silakan menghubungi kami di No Tlp / WA.0812-6487-4950.


Kontributor : Surya Nata Purba
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pandangan Alkitab Tentang Okultisme

Iklan