terkini

Iklan Podcast

GMNI Gunungsitoli-Nias tindak tegas Oknum Polisi yang menyiksa mahasiswa PMII di Pamekasan

Lidinews
Minggu, 6/28/2020 09:11:00 AM WIB Last Updated 2023-02-11T03:43:43Z




NIAS- LidiNews.com
|Kami (Mahasiswa)  satu-satunya generasi muda yang siap menjadi jelmaan dari pemimpin-pemimpin besar di negeri ini, Mahasiswa adalah agen of change, sosio of control yang siap menjadi penggerak revolusioner agar adanya perubahan yang lebih baik, kami meneriakan suara dalam bentuk demonstrasi bukan berarti kami membangkang pemerintah, kami bukan teroris kami hanya meneriakan keadilan, kami hanya mewakili rakyat yang dirampas hak-haknya, kami aktifis yang menyandarkan cita-cita di jalanan kami menyuarakan suara-suara rakyat yang tidak tersampaikan. 






Sejarah telah menyimpan sejuta makna tentang aksi aksi yang di lakukan oleh mahasisw, Pada 1965, ribuan mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soekarno untuk mundur dari jabatannya (lebih dikenal sebagai tragedi Soekarno). dan pada bulan Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk melakukan hal yang sama, turun dari jabatan presiden (lebih terkenal sebagai Tragedi trisakti, Orde baru dan atau Tragedi soeharto). 

Kala itu pendahulu-pendahulu kami merasakan Tindakan dan pendekatan persusif yang di kakukan oleh aparat kepolisian, meski di kempung oleh ratusan tentara dan polisi, tetapi mereka (aparat) tidak melakukan tindakan yang represif tetapi mengambil tindakan yang sangat persuasif melakukan pendekatan-pendekatan yang elegan terhadapa aktifis-aktifis (mahasiswa) , lantas apa yang telah terjadi kepada kami (aktifis/mahasiswa) setelah reformasi ini? 

Perbuatan perbuatan para aparat kepolisian sangat kami sayangkan pembubaran aksi mahasiswa secara keras dengan water canon dan gas air mata tanpa harus melakukan pendekatan yang persuasif padahal kami melakukannya dengan menggunakan hak berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum dan ini di jamin oleh undang-undang. 

Perlakuan aparat kepolisian membubarkan aksi mahasiswa sangat terkesan arogan tanpa adanya komunikasi dan negosiasi yang baik terhadap mahasiswa. 
Perlakuan keras terhadap mahasiswa dari aparat kerap tak hanya dengan tembakan water canon dan gas air mata. Melainkan pengejaran secara paksa, dan bukan hanya itu setelah mahasiswa di tangkap, mahasiswa di pukuli di tendang Tanpa Terkecuali dibadan ataupun di kepala yang dilakukan secara brutal dan biadan tanpa adanya rasa manusiawi sedikitpun. Sejatinya kami mahasiswa adalah calon-calon pemimpin masa depan. Kami melakukan aksi berhari-hari hanya demi masa depan ibu pertiwi yang lebih baik, seharusnya para aparat tidak membunuh masa depan mahasiswa. 

Kami mengharapkan keadilan!!!
Jikalau ini terus-terusan dibiarkan maka sama halnya pemimpin negara ini membiarkan dan memelihara kekerasan Di negeri ini. 
Seruan kami, mahasiswa Indonesia. 

Oleh : Krisman zendrato
Wakabid politik GMNI Gunungsitoli-Nias
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • GMNI Gunungsitoli-Nias tindak tegas Oknum Polisi yang menyiksa mahasiswa PMII di Pamekasan

Iklan