terkini

Iklan Podcast

Warga Takut Rumah Roboh Akibat Longsor. Pemerintah Daerah Karo Tidak Peduli

Lidinews
Kamis, 5/26/2022 05:56:00 PM WIB Last Updated 2022-05-26T11:11:44Z
Gambar : Mendampingi korban dan masyarakat terdampak bencana longsor di Kabupaten Karo. lidinews.id.

Menurut Keterangan Warga Setempat, Tanah Longsor ini sudah pernah terjadi sebanyak dua kali yaitu Pada Tahun 2021 dan 2022 di Kelurahan Lau Cimba, Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Sumatera Utara, Karo, Kabanjahe, Lidinews.id - Hal ini terjadi akibat adanya hujan deras, hutan yang minim, dan adanya robohnya pohon besar di daerah tempat terjadinya longsor tersebut.

Selain itu terjadinya tanah longsor tersebut akibatkan dari pembangunan pemerintah daerah, yaitu irigasi yang dibangun pada tahun 2019, yang dimana irigasi tersebut tidak sesuai dalam melakukan satu aliran pembuangan di Kelurahan Lau Cimba.

Irigasi tersebut pernah dibangun atas kesepakatan masyarakat yang diwadahi oleh organisasi STM (Serikat Tolong Menolong). Namun, setelah terbangunnya irigasi atau gorong-gorong dan bronjong tidak pernah ada perawatan yang dilakukan pihak lurah dan masyarakat setempat. hal ini dibuktikan dengan daerah longsor yang banyaknya tumpukan sampah, rusaknya bronjong dan aliran pembuangan yang tertutup.

Melihat kondisi longsor yang diamati, perpindahan batuan yang bergerak pada bidang tergelincir berbentuk rata. Sehingga longsor ini disebut dengan longsor tranlasi block batu.

Gambar : Longsor yang menakuti warga sekitar setiap hujan deras di Kabupaten Karo. lidinews.id.

Gejala yang diakibatkan tanah longsor ini adalah sebagai berikut;

  1. Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
  2. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
  3. Retaknya tembok-tembok rumah warga. Melihat longsor yang terjadi, masyarakat sekitar merasa resah yang menduga akan berpotensi longsor susulan.

Gambar : Warga Takut Rumah Roboh Akibat Longsor. Pemerintah Daerah Karo Tidak Peduli. Lidinews.id.

Menurut keterangan warga, bahwa pemerintah setempat pernah melakukan pembangunan ulang salah satu rumah warga, yang dimana rumah yang lama yang dimajukan ke depan terhadap jurang yang sangat berpotensi akan terjadinya bencana longsor, sementara apa bila diamati bahwa jurang yang berpotensi longsor itu juga akan terkenanya rumah warga yang pernah dibangun tersebut.

Semenjak terjadinya longsor tersebut, berbagai macam upaya yang sudah pernah dilakukan masyarakat setempat. Adapun upaya-upaya yang sudah pernah dilakukan masyarakat adalah sebagai berikut;

  • Melaporakan Kepada PUPR.
  • Melaporkan kepada BPBD.
  • Melaporkan kepada lurah dan kepala lingkungan.

Salah satu korban, JS menyampaikan, "mohon segera diperhatikan dan dikerjakan. Saya berharap kepada pihak-pihak terkait. Karena ketakutannya, bencana ini akan berkepanjangan bila tidak segera diselesaikan," tegas JS.

Bung Paskawan Gultom, pendamping masyarakat korban bencana menyampaikan, "harapan kami untuk Persolaan terhadap bencana longsor setalah kita melakukan Investigasi adalah sebagai berikut;

  1. Jangan Bangun fasilitas di daerah yang rawan bencana terutama bencana tanah longsor seperti kejadian tanah longsor di daerah tersebut.
  2. Menjaga Drainase, fungsi drainase adalah untuk menjauhkan air dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah.
  3. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat. Hal ini untuk menahan air untuk meminimalisir bencana tanah longsor
  4. Jika ingin mendirikan bangunan, gunakan fondasi yang kuat. sehingga akan kokoh saat terjadi bencana.
  5. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
  6. Lakukan Peraturan Daerah terkait Dana Khusus untuk Penanggulangan Bencana Alam. Karena secara Geografis Kabupaten Karo merupakan daerah dataran yang tinggi yang dihuni dengan lereng-lereng curam," pungkas Bung Paskawan Gultom.


Reporter : Arjuna H T M



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga Takut Rumah Roboh Akibat Longsor. Pemerintah Daerah Karo Tidak Peduli

Iklan