terkini

Iklan Podcast

Peduli Kelestarian Alam, APuL Gelar Pelatihan Berkebun Organik Tahap Pertama

Lidinews
Kamis, 6/16/2022 01:01:00 PM WIB Last Updated 2022-06-16T06:10:51Z

Sebagai wujud peduli kelestarian alam, APuL (Aliansi Perempuan Bersama Lingkungan) bekerja sama dengan lembaga kemitraan Komite Nasional Lutheran World Federation (KNLWF) Indonesia dan United Evangelical Mission (UEM), menggelar Pelatihan Berkebun Organik pada Rabu, 15 Juni 2022. 

Sumatera Utara, Pematang Siantar, Lidinews.id - Pada kata sambutannya Direktur KNLWF Indonesia Pdt. Dedi Pardosi mengajak semua pemangku kepentingan untuk menegaskan peran penting yang dimainkan perempuan dalam ancaman krisis pangan, dan mengecam bias sosial, undang-undang dan praktik diskriminatif yang menghalangi hak, akses, dan kemampuan perempuan untuk berkontribusi secara holistik dengan mempromosikan pendekatan agroekologi yang melestarikan alam, salah satunya dengan menjadi pelaku pertanian organik.

Nina Ravier Hutagalung menyampaikan tentang Urban Farming dengan topik berkebun organik di rumah. Nina mengajak peserta mengubah sudut pandang terhadap pandemi Covid-19 sebagai kesempatan daripada sebagai masalah. 

"Kehilangan pekerjaan, bertambahnya pengeluaran rumah tangga, keharusan berada di rumah, dan hobi baru bercocok tanam setelah munculnya pandemi Covid-19 bisa dialihkan pada kegiatan berkebun organik di rumah dengan memanfaatkan ruang (lahan, teras, dinding, dan pagar) serta barang-barang bekas yang ada. 

Berkebun organik menjadi pilihan karena merupakan sistem bercocok tanam dengan kondisi tanah tetap sehat pada proses pengolahannya, dengan memanfaatkan bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk dan pestisida yang membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan," demikian Nina menjelaskan.


Apni Naibaho, yang juga pendiri SISE (Siantar Sehat) yang menggeluti pertanian organik membawa materi secara langsung tentang bagaimana pengolahan (konversi) lahan pertanian agar para peserta bisa menjadi pekebun organik dimulai dari skala pekarangan rumah.

“Peserta bisa mengkonsumsi sayur dan buah untuk kebutuhan keluarga,” katanya. “Lagipula pupuk organik bisa memperbaiki kondisi kimia, biologi, dan fisik tanah serta aman bagi kesehatan,” tambahnya.

Tahapan pertanian organik ini dimulai proses penggemburan tanah dengan pencangkulan, kemudian dibentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm (panjang sesuai lahan). Tanah dicangkul  dengan kedalaman 20-30 cm, kemudian ditaburi pupuk kandang (lebih dianjurkan pupuk kandang dari kotoran ayam), cincangan patang pohon pisang, dan sampah organik (bisa daun-daunan segar) sebagai pupuk dasar yang kemudian disiram dengan larutan EM4 sebagai dekomposer atau pengurai dengan dosis 50 cc tiap 10 liter air. 

Setelah ditutup kembali dengan tanah (ketinggian bedengan 20-30 cm) tanah, siap ditanami 2 minggu kemudian. Setelah penanaman, persoalan berikutnya adalah bagaimana memberikan nutrisi bagi tanaman.

Apni menjelaskan bagaimana membuat pupuk organik cair (TSP, KCL, dan nitrogen) dari bahan-bahan organik dan dapat dilakukan siapapun.

Pupuk TSP (Calcium Phospat), pembuatannya 2-3 kg cangkang telur dipanggang kemudian dimasukkan ke dalam wadah, tambahkan 10 liter cuka murni atau air kelapa dan didiamkan selama 30 hari dalam wadah tertutup rapat. Kita dapat menggunakan pupuk ini dengan membuat larutan 4cc dalam 1 liter air. 

Pupuk KCL dapat dibuat dari serabut kelapa, dimana 1kg serabut kelapa direndam dengan 5 liter air dalam wadah terutup yang bisa digunakan setelah 15 hari kemudian sebagai pupuk KCL di mana warna larutannya berwarna kuning kehitaman. 1 liter pupuk cair ini dilarutkan ke dalam 10 liter air dan siap digunakan.

Nitrogen dapat dibuat dari limbah ikan, 1 kg ampas ikan dicampurkan dengan 1 kg gula merah dan disimpan dalam wadah tertutup, sebulan kemudian bisa diperas dan diambil airnya sebagai nitrogen. Pupuk organik ini dapat digunakan pada tanaman dengan melarutkan 4 cc tiap 1 liter air. 

Diharapkan melalui kebun organik keluarga mendapat bahan makanan sehat, mengurangi pengeluaran rumah tangga melalui kegiatan yang menyehatkan. Bahkan, apabila produksi kebun organik rumahan berlebih, dengan menjualnya maka pendapatan keluarga pun bertambah. 

Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah timbulnya perubahan pola hidup yang juga menjadi organik, dalam arti pro pelestarian alam, misalnya melalui kebiasaan  memilah sampah sehingga yang organik bisa digunakan sebagai pupuk sehat dan yang non organik didaur ulang sebagai wadah atau alat berkebun.

APuL sebagai kumpulan perorangan dan komunitas maupun lembaga yang peduli atas nasib lingkungan kota Pematangsiantar, mengajak setiap orang untuk lebih peduli dan memulai dari diri gerakan peduli lingkungan ini. 

Pada kesempatan yang sama, Berkatdo Saragih, Koordinator Program Human Rights dan Advocacy juga mendorong dan mendukung pemerintah untuk memprioritaskan sumber daya pada sistem pangan yang lebih berkelanjutan, dengan fokus pada pendekatan agroekologi yang mencakup fokus yang lebih kuat pada hak asasi manusia, keadilan, dan kepedulian terhadap ciptaan dalam kerangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.


Pelatihan yang diadakan di kantor LSC (Lutheran Study Center)-KNWLF, kompleks STT HKBP Pematangsiantar ini masih merupakan pelatihan tahap pertama untuk berkebun organik. Akan diadakan kembali pelatihan tahap kedua, yaitu bagaimana menanam dan proses pemeliharaan tanaman organik. 

APuL mengajak para peserta yang kelak akan menerapkan ilmu dan keterampilan dari pelatihan ini untuk bersatu dalam kelompok sehingga bisa saling berbagi pengalaman dan menolong karena inti dari sesuatu yang organik itu adalah saling menghidupkan.

Bkerja sama dengan lembaga mitra KN-LWF dan UEM siap mendampingi siapa pun yang berniat berkebun organik di rumah, dimulai dengan memberi Pelatihan Berkebun Organik pada Rabu, 15 Juni 2022.



Kontributor : Erlina Siahaan

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peduli Kelestarian Alam, APuL Gelar Pelatihan Berkebun Organik Tahap Pertama

Iklan