terkini

Iklan Podcast

Polemik Kegiatan 17 Agutus, Camat Kolono Timur Diminta Pertangungjawabkan Dana Iuran Dari Seluruh Desa

Lidinews
Sabtu, 8/20/2022 10:33:00 AM WIB Last Updated 2022-08-20T04:57:49Z



Sulawesi Tenggara, Konawe, Lidinews.id - 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan Indonesia. Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) bersukaria untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia tak terkecuali di Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara perayaan kemerdekaan hanya dirayakan sebatas upacara semata.

Setelah dihantam pandemi dua tahun terakhir masyarakat membutuhkan hiburan. Di berbagai kecamatan seperti Moramo Utara, kegiatan mereka sangat meriah.
Moramo dan Kolono pun dilaksanakan kegiatan 17 Agustus, sedangkan Kolono Timur tak ada satupun kegiatan dalam 17 Agustus ini.

Padahal telah disepakati untuk mengumpulkan sejumlah uang yang ditarik dari seluruh desa di Kecamatan Kolono Timur, namun sampai saat ini tak ada kegiatan 17 diselenggarakan di Kecamatan Kolono Timur.

Kami juga menyayangkan mengapa camat harus memungut biaya untuk kegiatan upacara. Pertanyaanya, dana rutin kecamatan dipakai apa saja?

Kemudian menurut kami dana yang dikumpul dari desa dan sekolah itu harus jelas sumbernya dari ADD, dari DD atau dari dana BOS atau  dana pribadi. 

Sangat sayang, mengapa kegiatan 17 Agustus dari lomba sampai upacara 17 Agustus harus pakai dana patungan?
Memangnya kecamatan tidak punya dana?
Mengapa camat harus membebankan pada desa-desa dan sekolah-sekolah hanya persoalan upacara 17 Agustus?
Lalu dana rutinitas kecamatan digunakan untuk apa saja?

Untuk itu kami meminta kepada Camat Kolono Timur untuk mempertanggungjawabkan uang yang dipungut pada instansi-instansi tersebut.

Sebagai pemuda yang berada di kecamatan Kolono Timur, saya menyayangkan karena pemerintah kecamatan, karena tidak mengadakan pesta olahraga 17 Agustus tahun 2022. Keresahan ini tidak saja dirasakan oleh pemuda, namun juga bapak-bapak, ibu-ibu yang berada di Timur.

Harusnya pemerintah peka terhadap kebutuhan masyarakat,  tidak menutup sebelah mata.

Saya menduga Camat Kolono Timur tidak mampu mengelola kegiatan 17 Agustus, tidak kreatif dan tidak mampu memimpin Kolono Timur. Sudah saatnya kaum muda yang memimpin jika orang-orang tua tidak mampu mengembangkan kecamatan Kolono Timur.

Untuk itu kami meminta kepada Bupati Kabupaten Konawe Selatan untuk mengevaluasi camat Kolono Timur karena tidak mampu memimpin masyarakat Kolono Timur dan segera mempertanggung jawab kan uang yang telah di pungut secara transparan.


Kontributor : Novi
Editor : Arjuna H T M
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polemik Kegiatan 17 Agutus, Camat Kolono Timur Diminta Pertangungjawabkan Dana Iuran Dari Seluruh Desa

Iklan