terkini

Iklan

Upgrading Penggerak Komunitas Belajar se-Sumatra Utara Tahun 2022, BBGP Terus Lakukan Inovasi Meretas Miskonsepsi Merdeka Belajar

Lidinews
Minggu, 11/27/2022 03:37:00 PM WIB Last Updated 2022-11-27T08:37:29Z
Penulis : Erlina Anriani Siahaan


Peran Komunitas Belajar Sebagai Peretas Miskonsepsi Merdeka Belajar

Upgrading Komunitas Belajar se-Sumatra Utara Tahun 2022 ini digelar oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumatra Utara pada Rabu sampai dengan Jumat; 23 sampai dengan 25 November 2022 di Prime Plaza Hotel Kualanamu, Deli Serdang.

Peserta kegiatan ini ini adalah para penggerak Komunitas Belajar (kombel) terpilih sebanyak 40 peserta dari 33 kabupaten/kota se-Sumatra Utara. Acara ini dipandu Flora Marantika Ginting, M.Pd sebagai moderator, yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Erlina Anriani Siahaan dari Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Pematang Siantar, dan pembacaan doa oleh Surya Herdiansyah dari KGBN Sumut. 


Acara dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang yang diwakili oleh Kabid GTK Dr. Jumakir, M.Pd yang diikuti laporan pertanggungjawaban dari Ketua Pogja Transformasi Balai Besar Guru Penggerak, Mefrida, M.Pd. Mefrida mengatakan upgrading ini dilakukan dengan latar belakang yang bergerak dari visi yang diusung Kemendikbudristek mewujudkan Indonesia maju, yang berdaulat, adil, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila yang bernalar kritis, bergotong-royong, dan berkebhinekaan global. 

Oleh karena itu, peran kombel perlu terus didukung untuk percepatan implementasi Kurikulum Merdeka dan Upgrading Komunitas Belajar se-Sumatra Utara Tahun 2022 ini merupakan salah satu realisasi dukungan penuh Kemendikbudristek terhadap satuan pendidikan sekaligus kepada kombel terkait dengan memfasilitasi kombel melalui pendampingan berupa peningkatan kapasitas penggerak di seluruh wilayah Sumatra Utara.

Acara ini diharapkan tidak semata dalam rangka penyebaran Implementasi Kurikulum Merdeka semata, tetapi juga meretas miskonsepsi Merdeka Belajar yang masih mewabah, bahkan dalam lingkup pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, peran kombel sangat diperlukan sebagai mitra di lapangan.

Mengapa Komunitas Belajar (Kombel) Menjadi Entitas Penting?


Komunitas belajar merupakan salah satu strategi Implementasi Kurikulum Merdeka. Komunitas Belajar adalah sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan yang belajar bersama-sama dan berkolaborasi secara rutin dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak terhadap hasil belajar peserta didik.

Pemateri pada Upgrading Komunitas Belajar se-Sumatra Utara ini langsung dimandatkan kepada fungsional BBGP Sumatra Utara yang telah mengikuti TOT Upgrading Komunitas Belajar dari Direktorat GTK Kemdikbudristek, yaitu Dra, Yusminta Siregar, M.Pd; Palmersius Lumban Gaol, M.Pd; dan David Bronson Sianipar, S.T.,MT. 
Pada pertemuan ini diulas mengapa komunitas belajar menjadi sebuah entitas penggerak yang krusial dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini berkaitan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang mengedepankan kolaborasi, sehingga realisasinya sangat diperlukan. Beberapa materi yang diberikan merupakan amunisi penting yang diharapkan mampu terealisasi oleh setiap komunitas belajar.


Komunitas Belajar yang berpusat kepada murid menjadi materi pertama. Materi ini berkembang mengenal fitur komunitas belajar di Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai pendamping guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lain dalam mendalami Merdeka Belajar. Peserta juga diberikan materi seputar Change Management, Aset Based Thinking, sampai kepada melakukan refleksi atas pembelajaran selama Upgrading Komunitas Belajar se-Sumatra Utara, bahkan sampai menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Menjadi guru penggerak Merdeka Belajar yang dalam hal ini termuat dalam berbagai komunitas belajar, tentu bukanlah perkara mudah dalam membawa perubahan sebagai realisasi kurikulum Merdeka Belajar, tetapi dengan kegiatan upgrading sebagai pemberian materi pembekalan, akan melahirkan penggerak-penggerak komunitas belajar yang selalu komitmen terus menjadi penggerak percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka, selalu mandiri terhadap cara bagaimana menghadapi keresahan yang dihadapi dengan menerapkan pembelajaran yang kontekstual dan berdiferensiasi, serta selalu melakukan refleksi sehingga mampu mengadakan kilas balik pun melakukan perbaikan-perbaikan yang dianggap krusial di ruang-ruang kelas. 
Acara ini ditutup oleh ketua Balai Besar Guru Penggerak Sumatra Utara, Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si yang didampingi Kabag Umum Balai Besar guru Penggerak Sumatra Utara, Julian Henry Sembiring, S.E.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Upgrading Penggerak Komunitas Belajar se-Sumatra Utara Tahun 2022, BBGP Terus Lakukan Inovasi Meretas Miskonsepsi Merdeka Belajar

Iklan