terkini

Iklan

film

Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka, KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka

Lidinews
Sabtu, 4/29/2023 08:34:00 PM WIB Last Updated 2023-04-29T13:51:03Z
Gambar : Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka,  KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka. Lidinews.id


Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka, KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT. Yayasan Guru Belajar dan Kampus Pemimpin Merdeka


Sumatera Utara, Lidinews.id - Penguatan kurikulum merdeka oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Lembata dan KGBN Ende ini digelar dengan menggaet Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yayasan Guru Belajar (YGB), dan juga Kampus Pemimpin Merdeka.


Acara ini berlangsung melalui webinar online pada Sabtu, 29 April 2023 yang langsung dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; Linus Lusi, M.Pd. Linus sangat mengapresiasi sinergisitas Komunitas Guru Belajar dalam membantu percepatan implementasi kurikulum merdeka khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Sebagai kepala dinas ia mengajak seluruh entitas pendidikan semakin membuka diri terhadap perubahan yang diusung oleh dinamika pendidikan; dalam hal ini terkait kurikulum merdeka itu sendiri. “Guru harus bergerak maju seiring tuntutan kurikulum, dan kita siap terus mendukung demi perbaikan pendidikan,” katanya.

Gambar : Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka,  KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka. Lidinews.id


Devy M. Ystykomah selaku wakil ketua Badan Pengurus Nusantara (BPN) KGBN yang mewakili ketua umum BPN KGBN, Nunuk Riza Puji, mengatakan sangat mendukung perjuangan KGBN Lembata dan Ende dalam merangkul guru memahami esensi kurikulum merdeka. 

Rizqy Rahmat Hani, Ketua Kampus Pemimpin Merdeka sekaligus sebagai kordinator Yayasan Guru Belajar; yang menjadi narasumber kegiatan ini memaparkan matri terkait esensi kurikulum merdeka, miskonsepsi yang masih mewarnai pelaksanaannya, serta prinsip Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Rizqy memaparkan fenomena yang mewarnai dunia pendidikan selama ini, seperti yang dimuat oleh SMERU.or.id bahwa di Indonesia banyak anak bersekolah, tetapi tidak belajar. Ia juga mengatakan Learning Loss telah terjadi jauh sebelum pandemi Covid-19 menyerang dan pandemi semakin memperparah kondisi tersebut.

Ia juga memaparkan selama ini di Indonesia materi pelajaran disajikan begitu padat dan membuat guru terus bergerak cepat menyelesaikannya. Alih-alih melihat perbedaan kebutuhan belajar murid, guru bahkan bergerak cepat tanpa memperhitungkan kemampuan murid memahami konsep yang telah dipelajari.

“Dampaknya murid dengan kemampuan rendah akan semakin tersudut dan ini akan berdampak ke kelas-kelas berikutnya,” papar Rizqy. Ia lantas menyimpulkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran tersebutlah kurikulum merdeka hadir.

Kurikulum merdeka hadir dengan materi yang dipangkas habis, dengan kemerdekaan yang diberikan kepada guru untuk merancang pembelajaran di ruang kelas sesuai dengan kebutuhan belajar murid yang beragam dengan pembelajaran berdiferensiasi. Kurikulum merdeka sebagai salah satu bagian dari episode merdeka belajar diharapkan mampu memperbaiki pendidikan dan memenuhi kebutuhan belajar murid di tiap ruang kelas.

“Jadi ganti kurikulum bukan tujuan, dan kurikulum merdeka adalah salah satu solusi perbaikan kualitas pembelajaran,” tandas Rizqy.

Diskusi interaktif lantas mewarnai akhir sesi materi yang ia bawakan. Tanya jawab berlangsung seputar situasi pelaksanaan kurikulum merdeka di lapangan yang dialami oleh guru, peran pemerintah khususnya dinas pendidikan di beberapa daerah yang masih belum terbuka, bahkan kepala sekolah yang masih enggan menjadi motor pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah.

Keresahan-keresahan guru di berbagai daerah ternyata sama. Hal ini terlihat dari tanya jawab aktif, baik dari diskusi langsung dengan narasumber maupun percakapan-percakapan aktif peserta pada kolom chat ruang zoom webinar tersebut.

Gambar : Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka,  KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka. Lidinews.id

Patricia Menge, selaku ketua KGBN Lembata yang bertugas sebagai moderator mengatakan komunitas belajar akan terus optimis bergerak berkolaborasi dengan setiap stakeholder terkait, terutama dengan sesama guru demi percepatan implementasi kurikulum merdeka. “Kita harus saling merangkul dan terus meyakini ketika kita belajar dan tidak malu bertanya, kurikulum merdeka pasti bisa kita pahami dengan baik,” katanya memantik semangat peserta webinar.

Ketua KGBN Ende, Wilfridus Kado mengatakan webinar kolaborasi ini semoga bisa membuka ruang-ruang belajar yang akan menjadi wadah guru saling berbagi keresahan, saling berbagi praktik baik, dan terus belajar bersama.

Acara ini dihadiri seratus peserta. Hadir juga ketua KGBN Kota Pematang Siantar, Erlina Siahaan; Sarmina Tampubolon; Zeus H Taopan; Muhamad Firman; serta penggerak-penggerak komunitas belajar dari seluruh nusantara.



Kontributor : Erlina Siahaan




Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka,  KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka. Lidinews.id
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gelar Penguatan Kurikulum Merdeka, KGBN Lembata dan Ende Gaet Disdikbud NTT, Yayasan Guru Belajar, dan Kampus Pemimpin Merdeka

Iklan

Pasang Iklan Di Sini Close x Kode Iklan Di Sini Broo