terkini

Iklan

Bagaimana Ingatan Bisa Dihapus. Review Buku-Hujan Karya Tere Liye

Lidinews
Minggu, Agustus 27, 2023 WIB Last Updated 2023-09-02T13:01:24Z

Gambar : Bagaimana Ingatan Bisa Dihapus. Review Buku-Hujan Karya Tere Liye. Lidinews.id


Jangan pernah jatuh cinta saat hujan, Lail. Karena ketika esok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu (hal. 200)



Lidinews.id - Dua remaja, laki-laki dan perempuan, bertemu lalu berteman, dan kemudian jatuh cinta. Tidak ada yang istimewa, tapi bagaimana jika kisah ini dimulai ketika seluruh dunia hancur karena sebuah bencana?



Disana diceritakan peristiwa alam gunung meletus yang mengakibatkan suaranya terdengar hingga radius 10 ribu kilometer dari tempat gunung itu berada. Sebuah peristiwa dahsyat yang merenggut ribuan bahkan jutaan nyawa orang di dunia.


Termasuk dari keempat kakak sang pria bernama Esok, juga kedua orang tua sang wanita, Lail. Padahal jarak rumah mereka dengan gunung itu hampir 3.200 km.


Novel Hujan karya Tere Liye adalah salah satu dari sekian banyak bukunya yang sukses di pasaran. Kisah tentang cinta, keluarga, dan persahabatan ini mampu membuat para pembaca terharu.


Meskipun bertema fiksi sains, novel ini diceritakan dengan narasi yang sederhana dan sesuai dengan target pembacanya, yaitu remaja.


Teknologi yang digambarkan sepanjang tahun 2042 sampai 2050 yang kental dengan unsur futuristik, tapi masih bisa dibayangkan dengan mudah.


Novel ini luar biasa, mengajak kita ikut merasakan kecanggihan pada masa itu, mungkin sedikitnya ini gambaran nyata yang akan terjadi, jika dilihat dari perkembangan teknologi baru-baru ini.


Dalam ceritanya Tere Liye seolah ingin memberikan pesan bahwa manusia pun tergantikan dengan adanya keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.


Lail dan Esok menjadi tokoh favorit di buku ini. Lail adalah gadis yang tabah, lembut, baik hati, dan selalu siap membantu. Sedangkan Esok adalah sosok pemuda yang rendah hati meskipun terkenal akan kejeniusannya. Ia juga perhatian dan penyayang pada Lail yang selalu dianggapnya seperti adiknya sendiri.


Kisah persahabatan mereka yang perlahan mulai menjadi romantis dibangun dengan pelan-pelan dan bertahap. Bagi Lail, Esok bukan lagi hanya sebagai pahlawan yang menyelamatkannya ketika bencana besar itu datang. Esok sudah menjadi cinta bagi Lail, yang selalu dirindukan.


Tapi jarak mereka semakin jauh. Esok sudah jarang sekali bisa ditemui. Entah apa yang dikerjakan Esok sehingga sulit untuk bertemu dengan Lail. Sementara Lail, sering menangis karena rindu.


Apalagi Ketika hujan datang. Lail akan duduk ditengah-tengah hujan disebuah bangku taman ketika merindukan Esok. Lail sedikit pun tidak pernah melupakan semua kenangan yang dilaluinya bersama Esok, terutama ketika mereka  mendayung sepeda merah bersama milik Esok disaat hujan tiba. 


"Kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya" (hal. 201).


Bukan hanya soal perjuangan cinta mereka. Tentang persahabatan Lail dengan sosok Maryam juga patut diapresiasi. Dalam cerita ini, Lail yang memang pemalu dan Maryam yang ceria menjadi sahabat sejati di hidup mereka.


Keberanian-keberanian dalam persahabatan mereka menjadikan sepasang sahabat itu sosok yang matang dan tangguh.


Dengan kebersamaan mereka, kita dapat mengambil pesan kesan yang berarti dalam hidup mereka.


Konflik di novel ini bukan hanya tentang Lail dan Esok. Akan tetapi kondisi masyarakat kota canggih tersebut pasca bencana besar juga ditulis dengan sangat dramatis oleh Tere Liye.


Bagaimana kondisi masyarakat di kota tersebut setelah bencana? Apakah benar bencana besar itu hanya permulaan? Dan akan tiba bencana lain yang lebih besar? Sehingga membutuhkan kapal besar untuk menyelamatkan semua penduduk di kota itu?


Dalam novel ini menghapus memori sudah sering dilakukan mengingat betapa canggihnya teknologi pada masa itu, tak terkecuali Lail yang kini berada di ambang keputusasaan.


Lail ingin melupakan seseorang dengan cara yang kurang tepat. Bahkan ratusan orang pernah berada dalam ruangan tersebut untuk melupakan seseorang.


"Sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barang siapa yang menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan". (hal. 308).


Lantas, bagaimana akhir dari kisah cinta Lail dan Esok ketika seseorang yang ingin Lail lupakan adalah Esok itu sendiri?







Editor : Arjuna H T M

Review by Susi Sipayung




Bagaimana Ingatan Bisa Dihapus. Review Buku-Hujan Karya Tere Liye

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bagaimana Ingatan Bisa Dihapus. Review Buku-Hujan Karya Tere Liye

Terkini

Iklan