terkini

Iklan Podcast

AMPDT : Terkait Penangkapan Sorbatua Siallagan, Polda Sumut Tunjukkan Sikap Arogansi Dan Anti Kepada Masyarakat Adat

Lidinews
Kamis, 3/28/2024 12:37:00 PM WIB Last Updated 2024-03-28T05:39:15Z

Gambar : AMPDT : Terkait Penangkapan Sorbatua Siallagan, Polda Sumut Tunjukkan Sikap Arogansi Dan Anti Kepada Masyarakat Adat. Lidinews.id

Sumatera Utara, Lidinews.id - Beberapa hari ini, tengah viral dimasyarakat Sumatera Utara adanya video penangkapan seseorang yang belakangan diketahui dilakukan oleh personil Polda Sumatera Utara.


Penangkapan yang dilakukan terhadap Sorbatua Siallagan Ketua Komunitas adat Ompu Umbak Siallagan Dolok Parmonangan, Kabupaten Simalungun terkesan arogan.


Adanya upaya kriminalisasi yang dilakukan sangat disayangkan oleh kelompok mahasiswa asal danau toba yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT).


Melalui sambungan telepon, Ketua Umum AMPDT Rico Nainggolan menyayangkan sikap arogansi dari Personil Polda Sumut tersebut.


“Kita lihat video penangkapan yang dilakukan itu, sangat tidak manusiawi terlebih yang ditangkap itu adalah seorang yang sudah tua dan itu adalah sikap arogan dari Polda Sumatera Utara,” tutur Rico Nainggolan.


Lebih lanjut Rico Nainggolan menuturkan bahwa sangat menyayangkan adanya dugaan upaya adu domba masyarakat, “kita lihat di postingan media instagram Polda Sumatera Utara mereka nge-post statamen seseorang yang pada intinya menyatakan bahwa di Simalungun tidak ada tanah adat atau tanah ulayat di Kabupaten Simalungun. Ini sudah jelas bahwa Polda Sumut ingin agar masyarakat saling serang dan terjadi keributan antar suku karena di Kabupaten Simalungun bukan Suku Sinalungun saja,” tambah Rico Nainggolan.


Senada dengan Rico Nainggolan, Kordinator AMPDT Wilayah Jabodetabek Yerikho Manurung juga sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan Polda Sumatera Utara, “dari tindakan itu kita lihat mereka sepertinya bisa bergerak cepat untuk menanggapi Laporan jika dari Perusahaan, padahal kita sejak beberapa tahun lalu sudah suarakan terkait kendaran-kendaraan yang kami duga sudah Overload dan Overdimensi yang beroparasi di Sumatera Utara khususnya dikawasan Danau Toba yang jelas sudah menyalahi atauran,” Tutur Yerikho Manurung.


Melalui sambungan teleponnya, Ambrin Simbolon Kordinator AMPDT Wilayah Samosir juga mengutuk keras tindakan yang dilakukan Polda Sumatera Utara dan meminta Kapolri agar segera mencopot Kapolda Sumatera Utara, “kita juga melihat dan mendengar kejadian itu, seolah-olah Kapolda Sumut ini sangat anti dengan masyarakat adat sampai harus melakukan hal itu termasuk dengan propaganda para pihak dengan menayangkan statemen seseroang yang ada di salah satu media sosial resmi Polda Sumatera Utara, jelas hal itu menimbulkan keresahan dimasyarakat dan kita akan desak Kapolri agar segera mencopot Kapolda Sumatera Utara,” tutur Ambrin Simbolon.


"Terkait penangkapan yang di lakukan oleh pihak kepolisian terhadap korban penangkapan tidak layak nya dilakukan oleh kepolisian karna kita ketahui bersama bahwa penangkapan itu terjadi di jalanan, jadi harapan nya agar segera di usut tuntas kasus ini demi kebaikan kita bersama," ujar Jhon Kenedi Sitorus.






AMPDT : Terkait Penangkapan Sorbatua Siallagan, Polda Sumut Tunjukkan Sikap Arogansi Dan Anti Kepada Masyarakat Adat

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • AMPDT : Terkait Penangkapan Sorbatua Siallagan, Polda Sumut Tunjukkan Sikap Arogansi Dan Anti Kepada Masyarakat Adat

Iklan